Pages

My Spirit

Aangedryf deur Blogger.

Huuuuaaakkkkkkkkkk

Lencana Facebook

Vrydag 15 Maart 2013

Konsep pertumbuhan dan perkembangan ramaja


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Dewasa ini banyak para pendidik yang kurang perhatian dalam mempelajari pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didik yang sebenarnya sangat berguna demi kelancaran proses pembelajaran. Dengan kurang fahamnya pendidik dengan pola pertumbuhan maupun perkembangan peserta didikinya maka akan terjadi beberapa hambatan dalam proses pembelajaran seperti : kurang difahaminya materi yang disampaikan pendidik.
Disamping itu, kami membuat makalah ini dengan harapan agar penulis dapat lebih mendalam lagi dalam mempelajari perkembangan peserta didik guna mendukung metode pembelajaran kelak.

B.       Rumusan Masalah
Sesuai dengan judul makalah ini “Konsep Dasar Pertumbuhan & Perkembangan”, maka masalah-masalah yang ingin dipaparkan adalah sebagai berikut:
a.       Apa pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan?
b.      Bagaimana hukum-hukum pertumbuhan dan Perkembangan?
c.       Bagaimana aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan?
C.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini yaitu, penulis ingin mengetahui:
a.       Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan.
b.      Hukum-hukum Pertumbuhan dan Perkembangan.
c.       Aspek-aspek apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.



















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan diberi makna dan digunakan untuk menyatakan perubahan-perubahan ukuran fisik yang secara kuantitatif semakin besar dan/atau panjang. Sedangkan istilah perkembangan diberi makna dan digunakan untuk menyatakan terjadinya perubahan-perubahan aspek psikologis dan aspek sosial.
1.    Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu. Pertumbuhan juga dapat diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan yang kurang normal pada organisme bermacam-macam :
a)      Faktor sebelum lahir.
Seperti peristiwa kekurangan nutrisi pada ibu dan janin; janin terkena virus, keracunan sewaktu bayi berada dalam kandungan.

b)      Faktor ketika lahir atau saat lahir.
Faktor ini antara lain adalah intracranial haemorage atau perdarahan pada bagian kepala bayi yang disebabkan oleh tekanan dari dinding rahim ibu sewaktu ia dilahirkan dan efek pada susunan syaraf pusat karena proses kelahiran bayi dilakukan dengan bantuan tang (tangverlossing).

c)      Faktor sesudah lahir
Faktor ini antara lain, pengalaman traumatik pada kepala, kepala bagian dalam terluka karena kepala bayi (janin) terpukul, atau mengalami serangan sinar matahari (zonnestiek).
d)     Faktor psikologis
Faktor ini seperti, anak-anak yang ditinggalkan oleh orangtuanya sehingga mereka kurang atau bahkan tidak mendapatkan perawatan jasmaniah dan cinta kasih. Anak-anak tersebut mengalami kehampaan psikis, perasaannya kering sehingga mengakibatkan kelambatan pertumbuhan pada semua fungsi jasmaniah.
2.    Pengertian Perkembangan
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) yaitu perkembangan sejalan dengan prinsip orthogenetis, yaitu perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap.
Menurut Negel (1957), perkembangan merupakan pengertian dimana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fingsi tertentu, karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.
Perkembangan merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tingkat kematangan fisik.
3.    Jenis Perubahan dalam Pertumbuhan dan Perkembangan
Perubahan-perubahan meliputi beberapa aspek, baik fisik maupun psikis.
a.       Perubahan dalam ukuran
Jumlah suku kata yang dikuasai mulanya sedikit tau terbatas semakin bertambah umur semakin bertambah banyak. Kemampuan mengenal objek-objek di lingkungannya bertambah sedikit demi sedikit. Semua pertumbuhan tersebut menunjukkan adanya perbedaan kuantitatif yang bisa diukur.
b.      Perubahan dalam perbandingan
Dilihat dari sudut fisik terjadi perubahan operasional antara kepala, anggota badan, dan anggota gerak. Misalnya; perbandingan antara besar kepala dengan anggota badan. Perubahan secara proposional juga terjadi pada perkembangan mental. Perbandingan antara yang tidak rill, yang khayal dengan hal-hal rasional semakin lama semakin besar.
c.       Berubah untuk mengganti hal-hal yang lama
Pada bayi terdapat kelenjar buntu yang disebut thymus pada daerah dada yang sedikit demi sedikit  mengalami atrophy (penyusutan) dan menghilang setelah dewasa. Kebiasaan untuk melakukan sesuatu tanpa bisa menahan diri dan menunda emosi sedikit demi sedikit akan hilang.
d.      Berubah untuk memperoleh hal-hal yang baru
Selama perkembangannya manusia masih tetap menerima dan memperoleh hal-hal yang baru, terutama yang berhubungan dengan kehidupan psikis. Kegiatan psikis anak merupakan kegiatan yang maju, meningkat seperti yang sering terlihat pada tingkah laku atau ulah seorang anak yang mencampakkan alat permainan yang baru diberikan kepadanya beberapa hari yang lalu.
B.  Hukum-hukum Pertumbuhan dan Perkembangan
Berdasarkan persamaan-persamaan dan perbedaan-perbedaan yang ada diperoleh kecenderungan-kecenderungan umum dalam pertumbuhan dan perkembangan, yang selanjutnya dinamakan hukum-hukum pertumbuhan dan perkembangan. Hukum-hukum perkembangan itu antara lain:
1.    Hukum Cephalocoudal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala kearah kaki.
2.    Hukum Proximodistal
Hukum proximodistal adalah hukum yang berlaku pada pertumbuhan fisik dan menurut hukum ini pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi.
3.    Perkembangan Terjadi dari Umum ke Khusus
Dari sudut perkembangan kemampuan terlihat penghalusan dari hal-hal yang tadinya umum ke khusus. Seorang anak akan menyebutkan semua wanita “mama” sebelum ia mampu membedakan mana ibunya, mana pengasuh atau bibinya. Dilihat dari segi perkembangan emosinya juga terjadi hal-hal yang sama. Anak akan sedikit demi sedikit membedakan rangsangan tertentu dengan reaksi yang berlainan.
4.    Perkembangan Berlangsung dalam Tahapan-Tahapan Perkembangan
Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri perkembangan yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada suatu masa perkembangan dengan ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang lain. Sebenarnya ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang terdahulu dapat diperlihatkan pada masa-masa perkembangan berikutnya, hanya dalam hal ini terjadi dominasi pada ciri-ciri yang baru.
5.    Hukum Tempo dan Ritme Perkembangan
Cepat lambatnya sesuatu masa perkembangan dilalui dan seluruh perkembangan dicapai, selain berbeda antara perkembangan filogenetik dan ontogenetik, juga menunjukkan perbedaan secara perorangan , meskipun pada tingkatan perbedaan yang tidak terlalu besar.
 Ritme atau irama perkembangan akan semakin jelas tampak pada saat kematangan fungsi-fungsi. Pada saat itu terlihat adanya selingan di antara cepat dan lambatnya perkembangan, yang kurang lebih tetap konstan sifatnya. Inilah yang disebut irama perkembangan.
Setiap perkembangan tidak berlangsung secara melompat-lompat, akan tetapi menurunkan suatu pola tertentu dengan tempo dan irama tertentu pula, yang ditentukan oleh kekuatan-kekuatan dalam diri anak.
C.  Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan
Setiap individu pada hakekatnya akan mengalami pertumbuhan fisik dan perkembangan non fisik.
1.    Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik manusia merupakan proses perubahan menjadi lebih besar dan lebih panjang, dan terjadi sejak anak sebelum lahir hingga dewasa.
a.      Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan syaraf yang membentuk sistem syaraf yang lengkap. Pertumbuhan dan perkembangan janin diakhiri saat kelahiran.
b.      Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhannya sebelum lahir. Proses pertumbuhan fisik manusia berlangsung sampai masa dewasa. Setiap bagian fisik seseorang atau individu akan terus mengalami perubahan karena pertumbuhan, sehingga masing-masing komponen tubuh akan mencapai tingkat kematangan untuk menjalankan fungsinya.
Pertumbuhan fisik, baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi perilaku anak sehari-hari. Secara langsung pertumbuhan fisik seorang anak akan menentukan keterampilan anak dalam bergerak. Secara tidak langsung, pertumbuhan dan perkembangan fungsi fisik akan mempengaruhi bagaimana anak ini memandang dirinya sendiri dan bagaimana ia memandang orang lain.
2.    Intelek
Intelek merupakan kata lain dari pikir, berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf otak. Karena pikir pada dasarnya menunjukkan fungsi otak, maka kemampuan intelektual yang lazim disebut dengan istilah lain kemampuan berpikir, dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkan fungsinya secara baik.
Menurut Piaget ada beberapa tahapan yang mengikuti perkembangan kognitif, yaitu:
a.      Tahap pertama : Masa sensori motor (0.00-2,50 th)
Masa ketika bayi mempergunakan sistem penginderaan dan aktivitas motorik untuk mengenal lingkungan. Bayi memberikan reaksi motorik atas ransangan-ransangan yang diterimanya dalam bentuk refleks. Refleks-refleks ini kemudian berkembang menjadi gerakan-gerakan yang lebih canggih misalnya berjalan.
b.      Tahap kedua : Masa pra-operasional (2.00-7.00 th)
Ciri khas masa ini adalah kemampuan anak menggunakan simbol yang mewakili sesuatu yang tidak ada. Kemampuan simbolikn ini memungkinkan anak melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan hal-hal yang telah lewat.
c.       Tahap ketiga : Masa konkrit-operasional (7.00-11.00 th)
Pada tahap ini anak sudah dapat melakukan berbagai macam tugas yang konkrit. Anak mulai mengembangkan tiga macam operasi berfikir, yaitu:
a.       Identifikasi : mengenali sesuatu ;
b.      Negasi : mengingkari sesuatu ;
c.       Reprokasi : mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.
d.      Tahap keempat : Masa operasional (11.00-dewasa)
Dalam usia remaja dan seterusnya seseorang sudah mampu berpikir abstrak dan hipotesis. Pada tahap ini seseorang bisa memperkirakan apa yang mungkin terjadi ia dapat mengambil kesimpulan dari suatu pernyataan.
3.    Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. Kebutuhan setiap orang dapat dibedakan kedalam dua kelompok yakni kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan-kebutuhan tersebut ada yang bersifat primer dan ada yang skunder.
Emosi merupakan gejala perasaan yang disertai dengan perubahan atau perilaku fisik. Seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras, atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya seseorang yang gembira ia melonjak-lonjak sambil tertawa lebar, dan sebagainya.
4.    Sosial
Dalam proses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Setiap manusia memerlukan lingkungannya, dan senantiasa akan memerlukan manusia lainnya.
Anak membentuk kelompok sebaya sebagai dunianya, memahami dunia anak kemudian dunia pergaulan yang lebih luas. Akhirnya manusia mengenal kehidupan bersama, kehidupan bermasyarakat atau kehidupan social. Dalam perkembangannya setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling memerlukan, membantu dan dibantu, member dan diberi.
5.    Bahasa
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda , gerak, dan suara untuk menyampaikan isi pikiran kepada orang lain. Dengan demikian dalam hal berbahasa ada dua pihak yang terlibat, yaitu pihak penyampai isi pikiran dan pihak penerima isi pikiran yang saling berganti fungsi.

6.    Bakat khusus
Pada mulanya bakat merupakan hal yang amat penting berkaitan dengan masalah-masalah pekerjaan atau tugas. Namun akhirnya pendidikan juga memperhatikan masalah bakat tersebut, sehubungan dengan fungsi pendidikan itu untuk mempersiapkan peserta didik dalam memasuki dunia kerja.
Bakat merupakan kemampuan tertentu yang dimiliki oleh seorang individu yang hanya dengan ransangan atau sedikit latihan, kemampuan itu dapat berkembang dengan baik. Dalam defenisi bakat yang dikemukakan Guilford, bakat mencakup 3 dimensi, yaitu (i) dimensi perceptual, (ii) dimensi psikomotor, dan (iii) dimensi intelektual.  Ketiga dimensi itu menggambarkan bahwa bakat tersebut mencakup kemampuan dalam penginderaan, ketepatan dan kecepatan menangkap makna, kecepatan dan ketepatan bertindak serta kemampuan berpikir inteligen.
Atas dasar bakat yang dimilikinya maka seorang individu akan mampu menunjukkan kelebihan dalam bertindak dan menguasai serta memecahkan masalah.
7.    Sikap, Nilai, dan Moral
Bloom (Woolfolk dan Nicolich, 1984)mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (afektif), dan penguasaan psikomotor.  Pada masa bayi belum dipersoalkan  masalah moral,karena dalam kehidupan bayi belum dikenal hierarki nilai dan suara hati, perilakunya belum dibimbing oleh norma-norma moral.
Pada masa anak-anak perkembangan moral masih relatif rendah ( terbatas), karena anak belum menguasai nilai-nilai abstrak yang berkaitan dengan benar-salah dan baik-buruk. Hal ini dikarenakan perkembangan intelek yang masih terbatas.
Semakin tumbuh dan berkembang fisik dan psikisnya anak mulai dikenalkan pada nilai-nilai; ditunjukkan hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan, yang harus dan tidak harus.














BAB III
PENUTUP

A.  KESIMPULAN
Mausia senantiasa mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat, dalam perjalanan waktu tertentu. Sedangkan perkembangan adalah proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tingkat kematangan fisik.
Proses perubahan pada saatnya akan mencapai tingkat kematangan dan dengan demikian akan berpengaruh terhadap perkembangan sosia-psikologis, seperti kemampuan berpikir, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, dan kemampuan mengendalikan emosi. Hukum pertumbuhan antara lain adalah hukum cepphalocoudal, hukum proximodistal.

B.  SARAN
Perkembangan dan pertumbuhan anak merupakan hal yang penting untuk kita pelajari dan kita pahami selaku calon pendidik. Banyak para pendidik yang belum memahami perkembangan - perkembangan anak. Sehingga masih ada pendidik yang menerapkan sistem pembelajaran tanpa melihat perkembangan anak didiknya. Hal ini akan berakibat adanya ketidakseimbangan antara system pembelajaran dengan perkembangan anak yang akan menyulitkan anak didik mengikuti system pembelajaran yang ada. Dengan mengetahui proses, faktor dan konsep perkembangan anak didik kita akan mudah mengetahui system pembelajaran yang efektif, efisien, terarah dan sesuai dengan perkembangan anak didik.  Untuk mengembangkan potensi anak didik dan menciptakan generasi - generasi masa depan yang berkualitas, maka diperlukan adanya pemahaman tentang perkembangan dan pertumbuhan anak didik. Dengan demikian, sebagai pendidik kita diharuskan mengetahui dan memahami perkembangan dan pertumbuhan peserta didik.


















DAFTAR PUSTAKA

2.       Alexabder, T. 1980. Development Psychology. New York; Litton Educational Publishing, Inc.
3.       Darajat, Z. 1982. Kesehatan Mental. Jakarta : Gunung Agung.







Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking

 

Blogger news

Blogroll

About